Selamat datang di blog Dunia Farmasi Informasi Dunia kesehatan, Tips Kesehatan dan Ilmu Dunia Farmasi - Kenali Obatnya, Obati Penyakitnya
Social Media

Rabu, 30 April 2014

Syarat-Syarat Serbuk

Syarat – Syarat Serbuk : bila tidak dinyatakan lain serbuk harus  kering, halus dan homogen.

Pulveres (serbuk bagi) 
Keseragaman bobot : Timbang isi dari 20 bungkus satu-persatu, campur isi ke 20 bungkus tadi dan timbang sekaligus, hitung bobot isi rata-rata. Penyimpangan antara penimbangan satu persatu terhadap bobot isi rata-rata tidak lebih dari 15% tiap 2 bungkus dan tidak lebih dari 10% tiap 18 bungkus.

Serbuk oral tidak terbagi
Pada serbuk oral tidak terbagi hanya terbatas  pada obat yang relatif tidak poten, seperti laksan, antasida, makanan diet dan beberapa analgesik tertentu sehingga pasien dapat menakar secara aman dengan sendok teh atau penakar lain. 


Serbuk tabur
Pada umumnya serbuk tabur harus melewati ayakan dengan derajat halus 100 mesh, agar tidak menimbulkan iritasi pada bagian yang peka.

KELEBIHAN dan KELEMAHAN SEDIAAN SERBUK



Kelebihan       

  1. Dokter lebih leluasa dalam memilih dosis yang sesuai dengan keadaan si penderita.
  2. Lebih stabil terutama untuk obat yang rusak oleh air. 
  3. Penyerapan lebih cepat dan lebih sempurna dibanding , sediaan padat lainnya. 
  4. Cocok digunakan untik anak-anak dan orang dewasa yang sukar menelan kapsul atau tablet. 
  5. Obat yang terlalu besar volumenya untuk dibuat tablet atau kapsul dapat dibuat dalam bentuk serbuk
Kelemahan
  1. Tidak tertutupnya rasa tidak enak seperti pahit, sepat, lengket di lidah (bisa diatasi dengan corrigens saporis)  
  2. Pada penyimpanan menjadi lembab.

DEFINISI PULVIS


Pulvis (serbuk)  adalah campuran kering bahan obat atau zat kimia  yang dihaluskan, ditujukan untuk pemakaian oral atau untuk pemakaian luar. Karena mempunyai luas permukaan yang luas, serbuk lebih mudah terdispersi dan lebih larut dari pada bentuk sediaan yang dipadatkan. Anak-anak dan orang dewasa yang sukar menelan kapsul atau tablet lebih mudah menggunakan obat dalam bentuk serbuk. Biasanya serbuk oral dapat dicampur dengan air minum.

                Serbuk oral dapat diserahkan  dalam bentuk terbagi (pulveres)  atau tidak terbagi (pulvis). Serbuk oral tidak terbagi terbatas pada  obat yang relatif tidak poten seperti laksansia, antasida, makanan diet dan beberapa  jenis analgetik tertentu, pasien dapat menakar  secara aman dengan sendok  teh  atau penakar yang lain. Serbuk tidak terbagi lainnya adalah serbuk gigi dan serbuk tabur,  keduanya untuk pemakaian luar.


Sabtu, 26 April 2014

Contoh Laporan Rumah Sakit AL Jala Ammari Makassar


BAB I
PENDAHULUAN 
Latar Belakang
Pendidikan tenaga kesehatan merupakan salah satu komponen yang sangat penting dalam pembangunan yang dapat memberikan konstribusi dalam mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas sehingga mampu berpern secara optimal dalam pembangunan.
Hingga saat ini, di Indonesia banyak di bentuk sekolah kesehatan terutama di bidang farmasi yang diarahkan guna mendukung upaya pencapain derajat kesehatan. Yang dimana pembangunan kesehatan ini menyangkut upaya Promotif (peningkatan kesehatan), Preventif, Kuratif (Pengobatan), Rehabilitasi (Pencegahan) yang harus dilakukan secara menyeluruh dan optimal.
Pendidikan kesehatan diselenggarakan untuk memperoleh tenaga kesehatan yang bermutu dan profesional di dalam bidangnya masing-masing, yang di mana akan mewujudkan perubahan dalam rangka memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan bagi seluruh masyarakat.
Oleh karena itu, tenaga kesehatan harus terampil dan terlatih. Untuk menghasilkan tenaga kesehatan yang terampil maka proses belajar mengajar harus di tingkatkan terus menerus. Salah satu upaya yang dapat di lakukan adalah Praktek Kerja Lapangan (PKL) yang dapat memberikan pengalaman dan keterampilan kepada peserta PKL dan dapat membandingkan pengetahuan dengan lapangan.
Keterampilan yang dimaksud adalah pengenalan obat, penerapan, sikap yang baik dalam bekerja, menghadapi dan mencari alternative masalah. Pelaksanaan Praktek Kerja Lapangan (PKL) merupakan sarana pengenalan lapangan kerja bagi peserta didik. 
Tujuan Praktek Klinik 
Praktek Klinik Farmasi bertujuan untuk :
1. Meningkatkan, memperluas dan memantapkan keterampilan peserta didik sebagai bekal untuk memasuki lapangan kerja yang sesuai dengan kebutuhan program pendidikan yang ditetapkan.
2.  Memperoleh masukan dan umpan balik, guna memperbaiki dan mengembangkan pendidikan dalam bidang kefarmasian serta memberikan kesempatan kepada tenaga kesehatan untuk mensosialisasikan diri pada lingkungan kerja sebenarnya dalam bidang kefarmasian.
3. Mendapatkan pengalaman dalam melakukan kegiatan kefarmasian di Instalasi Farmasi Rumah Sakit.
4. Memberikan Komunikasi, Informasi dan Edukasi kepada pasien dan tenaga kesehatan lainnya sehingga tercapai tujuan dari pengobatan yaitu peningkatan kualitas hidup pasien. 
Tujuan Pembuatan Laporan
Terima Kasih telah berkunjung, Semoga selalu diberikan kesehatan oleh-Nya Aamiin
Designed By Muhammad Adnan Andriawan